Top Menu

harta-pada-lampiran-a1-SPH-ke-spt-tahunan-pph

Pelaporan SPT Tahunan PPh bagi Wajib Pajak yang Ikut Amnesti Pajak

Read : 212 times

Penjelasan Pasal 6 ayat (4),UU Pengampunan Pajak menjelaskan bahwa nilai wajar harta tambahan (yang diikutkan dalam program amnesti pajak) dicatat sebagai harga perolehan harta yang dilaporkan paling lambat pada Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Tahun Pajak 2017.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 150/PMK.08/2016 mengatur bahwa tambahan harta dan utang yang membentuk nilai harta bersih yang dilaporkan dalam Surat Pernyataan dan telah diterbitkan Surat Keterangan diperlakukan sebagai perolehan harta baru dan perolehan utang baru Wajib Pajak sesuai tanggai Surat Keterangan.

Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, pelaporan SPT Tahunan PPh bagi Wajib Pajak yang ikut Amnesti Pajak dan telah memperoleh Surat Keterangan secara umum berlaku ketentuan sebagai berikut:

  • tambahan harta dan utang yang membentuk nilai harta bersih yang dilaporkan dalam Surat Pernyataan dan telah diterbitkan Surat Keterangan diperlakukan sebagai perolehan harta baru dan perolehan utang baru Wajib Pajak sesuai tanggal Surat Keterangan;
  • dalam hal Wajib Pajak wajib menyelenggarakan pembukuan: (1) nilai harta bersih dicatat sebagai tambahan atas saldo laba ditahan dalam neraca; dan (2) aktiva berwujud dan/atau aktiva tidak berwujud tidak dapat disusutkan dan/atau diamortisasikan untuk tujuan perpajakan;

Pelaporan harta dan utang dalam SPT Tahunan PPh bagi Wajib Pajak orang pribadi

Pelaporan harta dan utang dalam SPT Tahunan PPh bagi Wajib Pajak orang pribadi mengikuti pedoman berikut:

  • seluruh harta dan utang dalam SPH serta harta dan utang yang diperoleh pada tahun 2016, dilaporkan pada SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi;
  • harta pada lampiran A1 SPH dilaporkan pada tabel “Harta pada Akhir Tahun” sebagai berikut: (a) tahun perolehan diisi dengan tahun perolehan yang sebenarnya; (b) ketentuan harga perolehan adalah sebagai berikut: (1) harta berupa kas atau setara kas diisi dengan nilai nominal pada akhir Tahun Pajak; (2) harta selain kas diisi dengan harga perolehan harta pada saat harta diperoleh;
  • harta-pada-lampiran-a1-SPH
  • harta pada lampiran B1, C1, dan D1 SPH dilaporkan pada tabel “Harta pada Akhir Tahun” sebagai berikut:(1)  terhadap harta pada lampiran C1 SPH yang dilakukan pengalihan ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pada SPT diisi dengan harta yang diperoleh setelah pengalihan tersebut yang diperkenankan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan; (2)  tahun perolehan diisi dengan tahun Surat Keterangan diterbitkan; (3)  ketentuan harga perolehan adalah sebagai berikut: (a)  harta berupa kas atau setara kas diisi dengan nilai nominal pada akhir Tahun Pajak. Dalam hal harta berupa kas atau setara kas dimaksud dalam bentuk mata uang selain Rupiah, nilai nominal dihitung dengan kurs pada akhir Tahun Pajak; (b) harta selain kas diisi dengan nilai wajar harta dalam mata uang rupiah sesuai lampiran B1, C1, dan D1 SPH;
  • lampiran-b1-sph-ke-spt-tahunan
Silakan masuk situs untuk membaca artikel ini lebih lanjut

, , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

 

Discuss Tax While Drinking Coffee. kopi simbol