Top Menu

humor-lembur-pegawai-pajakRead: 2 times.

Mukidi: Bayar Pajak

MUKIDI: Bayar Pajak #1

Tidak biasanya, Wakidi pagi-pagi sekali sudah bangun lalu nyetarter motor kebanggannya. Emaknya terheran-heran melihat anaknya yang biasanya malas luar biasa.

“Tumben pagi-pagi sudah nyetarter motor. Mau kemana?”

“Mau kerja Mak. Narik ojek!”

“Alhamdulliah…. Nah gitu dong. Jadi orang mesti kerja. Jadi anak mesti berbakti sama orang tua. Bantu-bantu cari nafkah.”

“Ini bukan buat bantu nyari nafkah Mak. Ini buat bayar pajak!”

“Hah? Bayar pajak?”

“Yaiyalah. Lagian Mak beliin motor gak ngasih duit. Kamarentah suruh ngelaporin harta sama bayar pajaknya. Terpaksa cari kerja deh buat bayar pajak. 🙁

MUKIDI: Bayar Pajak #2

Nasib Mukidi emang lagi bagus. Setelah sebulan narik ojek, ia dapat kenalan non-non cantik peranakan yang punya toko kelontong lumayan ramai. Singkat cerita Mukidi direkrut jadi bagian administasi, bagian tulis-tulis hasil penjualan ke komputer. Karena Mukidi pernah kursus computer, ia langsung cepat bisa. Tak lupa komputernya dipasangi password biar data penjualan tidak diintip melulu sama orang pajak. Memang ia agak sedikit sakit hati dengan orang pajak.

Tak disangka pagi-pagi itu, si Non sudah telpon dia.

“Haloooo…”

“Ya halo Non.. .”

“Ini Komputer kamu password ya?”

“Iya Non. Biar gak diintip orang pajak mulu hehehehe..”

“Passwordnya apa? Namaku?”

“Bukannn?”

“Ah..pasti tanggal lahirku ya?”

“Ye…Ge Er nih ye….”

Di seberang telepon Si Non Cemberut. “Terus siapa dong? Nama mantan ya?”

“Bayar pajak Non!”

“Iya tahu, ini juga mau lihat penjualan buat bayar pajak? Passwordnya apa Nyet?”

“Lah? Kok jadi Nyet sih? Bayar Pajak Non! Passwordnya BAYARPAJAK!!

“Huahahaha…password kok bayar pajak??”

“Kan itu password yang paling susah ditebak. Gak ada yang suka bayar pajak soalnya hihihi”

, ,

No comments yet.

Leave a Reply

 

Discuss Tax While Drinking Coffee. kopi simbol